PBSISumsel-Belum adanya tanda-tanda yang menyatakan pandemi virus corona mereda PB PBSI mengajukan  surat resmi penundaan turnamen bulutangkis Indonesia Open 2020.

Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto, mengatakan penyelenggara turnamen bulutangkis bergengsi Indonesia Open 2020 ini sudah diajukan secara resmi usulan penundaan turnamen.

“Saat ini, PBSI masih menunggu jawaban dari Federasi Bulutangkis Dunia (BWF),” kata Budiharto.

Turnamen yang berlabel “BWF World Tour Super 1.000” tersebut seharusnya digelar pada 16-21 Juni 2020 di Istora Senayan, Jakarta.

Achmad Budiharto mengatakan penyelenggara mengusulkan Indonesia Open 2020 diundur ke Januari, alias ditunda tiga bulan. 

“Pengajuan penundaan Indonesia Open 2020 sudah kami berikan ke BWF. Tapi, belum ada jawaban. Kami masih menunggu,” kata Achmad Budiharto, saat dihubungi Bola.com, Selasa (24/3/2020). 

Budiharto mengatakan penundaan tak terelakkan lagi melihat perkembangan pandemi COVID-19, termasuk di Indonesia. Apalagi, Indonesia menerapkan kondisi darurat virus corona hingga akhir Mei 2020. 

“Setelah periode darurat virus corona di Indonesia, jarak menuju turnamen pada pertengahan Juni juga terlalu pendek. Kami juga belum tahu kondisinya juga seperti apa,” kata Budiharto. 

“Selain itu kan masih harus melihat kondisi pandemi corona di dunia juga. Peserta Indonesia Open 2020 kan dari berbagai negara. Jadi, tergantung kondisi seperti virus corona di negara-negara lain,” imbuh Budiharto. 

Sumber : Bola.comAttachment.png